Maulid Nabi
atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah tanggal 9 Rabi’ul Awwal,
pada hari Senin pagi –permulaan tahun dari peristiwa gajah, atau bertepatan
dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M.
Hal tersebut seperti
dikemukakan oleh ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan
peneliti astronomi Mahmud Basya berdasarkan penelitiannya, yang dikutip
oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, dalam Bukunya yang berjudul
Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish
Shalati Was-Salam yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul
Sirah Nabawiyah:
Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Salam dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah
pada Senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa
gajah, dan empat puluh tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan,
atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M.
Berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan
peneliti astronomi Mahmud Basya.
Jadi, hari kelahiran
Nabi Muhammad saw. bukan jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal seperti yang
diketahui selama ini, tetapi tanggal 9 Rabiul Awwal menurut ulama
terkenal tersebut.
Namun hal tersebut
bukanlah merupakan sesuatu yang menjadi pokok dalam keyakinan aqidah kita, bukan
pula masalah yang prinsip yang menjadi bagian dari keimanan kita. Hal ini
hanyalah sekedar informasi, sehingga perbedaan pendapat tersebut tidak
seyogianya menjadi bahan perdebatan di antara kita sebagai kaum Muslim.
Wallahu ‘A’lam…
Setuju!! berapapun tanggal lahir Nabi saw. yang penting kita tetap mencintai Nabi Muhammad saw.
BalasHapus