Senin, 06 Februari 2012

Maulid Nabi saw. tanggal 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal?



Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah tanggal 9 Rabi’ul Awwal, pada hari Senin pagi –permulaan tahun dari peristiwa gajah, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M.
Hal tersebut seperti dikemukakan oleh ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan peneliti astronomi Mahmud Basya berdasarkan penelitiannya, yang dikutip oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, dalam Bukunya yang berjudul Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish Shalati Was-Salam yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul Sirah Nabawiyah:

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada Senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah, dan empat puluh tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M. Berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan peneliti astronomi Mahmud Basya.

Jadi, hari kelahiran Nabi Muhammad saw. bukan jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal seperti yang diketahui selama ini, tetapi tanggal 9 Rabiul Awwal menurut ulama terkenal tersebut.
Namun hal tersebut bukanlah merupakan sesuatu yang menjadi pokok dalam keyakinan aqidah kita, bukan pula masalah yang prinsip yang menjadi bagian dari keimanan kita. Hal ini hanyalah sekedar informasi, sehingga perbedaan pendapat tersebut tidak seyogianya menjadi bahan perdebatan di antara kita sebagai kaum Muslim.
Wallahu ‘A’lam…